Sulit rasanya, bila tak melihat perjuangan tim merah putih berpeluh merebut piala bergengsi Thomas cup. Perhelatan akbar di bukit jalil, kuala Lumpur Malaysia Indonesia vs China tak bisa aku saksikan. Rasanya sedih, bila hanya menunggu hasil tanpa melihat perjuangan mati – matian tim Indonesia. Aku mengambil pelajaran dari ketidakbisaanku menonton perhelatan akbar tersebut. Mungkin, aku bisa mengirimkan doa untk kemenangan Indonesia. Aku bisa melakukan sesuatu yang berguan juga dengan tidak berkesal hati karena sebab hal tersebut. Pelajaran terpenting, “melakukan sesuatu, di balik ketidakbisaan kita untuk melakukan sesuatu yang kita ingini”.
Senin, 04 Oktober 2010
15 Mei 2010
Menjemput kesepian yang tak pernah usai, mengenang peristiwa yang sudah pasti menjadi milikku. Aku bagaikan membaca gejala awan, melihat mendung yang menandakan hujan akan segera turun. Terkadang hidup memang seperti itu, sepi menjadi teman sejati diantara banyak kebahagian. Namunn, dibalik kesepian yang menghampiri tersimpan satu makna membuat keadaan tak lagi merasa kehilangan. Mengartikan sepi yang melanda membuat ia menjadi secercah kebahagian mengingat di kediaman yang sebenarnya bahwa sendiri adalah pilihan terakhir, tak ada pilihan lain lagi. Kesepian menjadi tujuan setelah nafas tak bersahabat dengan raga, maknai kesepian karena kesepian adalah penghantar kedamaian.
14 Mei 2010
Matahari itu tak tampak juga, meskipun sudah waktunya ia bangkit dan mengeluarkan pancaran sinar hangatnya untuk menghisap segarnya embun pagi. Sampai pagi itu tertelan waktu siang matahari itu belum kelihatan juga, hujan menghiasi kota tepi pantai ini. Sampai malam tiba gerimis masih saja mmenghiasi langit pekat. Aku teringat di pagi tadi, saat aku melihat dari jendela air hujan yang mengguyur. Tik…tik terdengar dari atap kamarku, kuperhatikan lagi air hujan yang jatuh tepat di atas tanah. Dengan cepat guyuran air hujan yang jatuh tepat di atas tanah seketika mengering di hisap oleh tanah. Aku mulai berfikir, ternyata seperti itulah takdir. Iya, seperti air hujan yang jatuh tepat di atas tanah. Air itu tak bisa di tampung lagi, hanya bisa direnungkan dan menjadikannya sebuah pelajaran. Bergerak dan berubah itulah cara untuk menjemput takdir yang belum terjadi. Ketika hujan itu belum turun bersiap siaga untuk menampungnya dengan segala cara.
13 Mei 2010
Terlihat seorang ibu dipelataran olahraga, ibu itu berjalan bersama anaknya yang kira kira masih berumur sepuluh tahun. Si ibu tadi memegang erat tangan anaknya sambil berjalan. Aku bisa melihat betapa si ibu tadi sangat mencintai anaknya,seakan takut kehilangan sampai – sampai kedua tangan mereka terikat erat oleh jari – jari yang menyatu menjadi satu,si ibu menggenggamkan tangan kanannya sedangkan si anak memberikan tangan kirinya yang masih kecil. Aku terharu melihat kejadian itu, aku teringat sosok wanita yang telah melahirkan aku. Wanita itu memilih aku sebagai anak yang terlahir dari rahimnya. Betapa sulit bila membayangkan seorang perjuangan yang kekuatan jauh di bawah laki – laki. Disitu aku mengetahui bahwa kekuatan seorang ibu terletak di antara ketiga sisi abstaknya . perasaan, cinta dan ketabahan itulah kekuatan inti seorang ibu. Bagaimana tidak, dia merasakan perasaan anaknya sewaktu masih berada dalam perutnya yang membesar diberikannya cinta meski tak terlihat tubuh anak impiannya dan terciptanya sebuah ketabahan saat memelihara buah hati yang sering mengabaikannya.
12 Mei 2010
Ada rasa menyesal ketika seseorang mengajukan pertanyaan yang tidak bisa di jawab, padahal pertanyaan itu adalah pertanyaan yang menjadi pelajaran sehari – hari. Akan tetapi entah mengapa untuk menjawab sesuatu itu hanya dengan muka bermimik malu dan resah pertanda tidak mengetahui jawaban yang dipertanyakan. Seperti angin yang selalu bertanya kemana arahnya akan pergi setelah menghembuskan udara disekitar yang mengundang rasa damai. Bisakah kita menjawab pertanyaan si angin yang penasaran. Dan seperti itulah hidup ini, penuh dengan pertanyaan – pertanyaan yang sebenarnya jawabannya telah diketahui dan sudah kita pelajari. Semua pertanyaan itu sudah di jawab oleh mata, tangan, mulut dan telinga bahkan hati juga telah ikut menjawab pertanyaan yang sulit di jawab tadi. Ia hanya bertanya, kepada siapakah seharusnya kita percaya???
cinta pertama
Seharusnya di hari menjelang pernikahan adalah saat yang paling membahagiakan. tapi di saat yang berbahagia itu justru Abi (richard kevin) malah menemukan rahasia tentang perasaan yang paling dalam dari calon istrinya Alia (Bunga Citra Lesrari).
Setelah pesta pertungangan mereka Abi menemukan Alia tidak sadarkan diri di teras rumahnya. Alia menderita penyakit kanker otak, sejak itu Alia tergeletak koma dirumah sakit. Disaat - saat koma itulah, Abi menemukan buku harian Alia dan disana ia menemukan rahasia besar tentang cinta Alia...
Diam - diam rupanya Alia pennah mencintai teman satu sekolahnya yang bernama Sunny (Ben Joshua). Tetapi Alia tidak penah bisa mengungkapkan perasaanya pada Sunny. Walaupum perasaannya sudah begitu dalam.
Lulus sekolah, mereka harus berpisah. Dan, Alia juga tidak bisa mengungkapkannya cintanya pada Sunny. Alia membiarkan cinta pertamanya ini terpendam jauh di lubuk hatinya yang paling dalam untuk selama - lamanya.
Bagaimana perasaan Abi setelah membaca isi buku harian Alia? Bagaimana perasaan Sunny setelah mengetahui bahwa ternyata Alia memendam cinta yang dalam kepadanya.
Minggu, 03 Oktober 2010
Kangen
kenanglah aku, aku akan selalu ada. seperti bintang dikegelapan malam dan dikala siang tiba aku akan ada dibelahan dunia lain. kangen, sebuah drama cinta yang mengharukan penuh dengan tawa, tangis dan canda. bunga citra lestari berhasil menghipnotos semua mata dengan acktingnya yang sangat menjiwai karakternya di film ini. penasaran???
Langganan:
Postingan (Atom)




